
Denyutjambi.com | Tanjung Jabung Barat – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga korban kebakaran di Lorong Namira, Blok A, Kelurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir, Rabu (15/7/2026). Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag, dengan melibatkan sejumlah dinas dan lembaga terkait.
Bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan dasar korban, mulai dari pangan, sandang, hingga kebutuhan darurat pascabencana. Dari Dinas Sosial, setiap Kepala Keluarga (KK) menerima tiga jenis paket bantuan. Paket pangan berupa indomie satu dus, minyak goreng satu kilogram, biskuit kaleng, gula satu kilogram, sarden, susu kental manis, serta paper bag. Paket sandang terdiri dari sarung laki-laki dan wanita masing-masing dua lembar, ditambah handuk dua lembar. Sementara paket dari Kementerian Sosial berisi kasur, dua lembar selimut, dua paket makanan siap saji, dua paket makanan anak, dan satu lembar terpal.
Selain bantuan dari Dinas Sosial, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp500.000 per KK kepada korban terdampak. Dinas Ketahanan Pangan juga memberikan bantuan beras sebanyak 9 kilogram per KK guna membantu memenuhi kebutuhan pokok warga dalam beberapa waktu ke depan.
Bupati Anwar Sadat menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam meringankan beban warga yang tertimpa musibah.
“Hari ini kita membantu pasca bencana, dari Dinas Sosial, BPBD, Damkar, juga teman-teman dari Baznas dan Ketahanan Pangan, guna meringankan sedikit beban dari keluarga,” ujarnya.
Tak berhenti pada bantuan logistik, Pemkab Tanjung Jabung Barat juga memastikan dokumen kependudukan milik korban yang ikut terbakar akan diproses ulang. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan menerbitkan kembali akta lahir dan kartu keluarga, sementara Dinas Pendidikan akan mengganti ijazah korban yang turut hangus terbakar. Pemkab juga menyiapkan santunan kesehatan bagi korban yang memerlukan perawatan medis akibat musibah tersebut.
Di sela kunjungannya, Bupati turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko kebakaran, khususnya terkait penggunaan instalasi listrik di tengah cuaca panas yang belakangan melanda wilayah Tanjab Barat.
“Kami menghimbau, meminta seluruh perhatian masyarakat agar hati-hati terutama pada instalasi listrik dan penggunaan alat-alat elektronik, dan sangat betul-betul diperhatikan. Karena kondisi panas yang terik ini juga memicu terjadinya kebakaran,” tegasnya.
Sinergi berbagai instansi dalam penyaluran bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pascamusibah kebakaran.









