denyutjambi.com, MERANGIN – Dunia olahraga di Bumi Tali Undang Tambang Teliti di tahun 2024 ini, sepertinya dalam kondisi tidak baik-baik saja. Bahkan banyak pihak menilai Pemkab Merangin, tidak ada perhatian serius terhadap Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di Merangin.
Hal tersebut dibuktikan dengan minimnya perhatian disetiap Cabor yang mengikut Event atau kejuaraan tahunan, baik itu Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) maupun Kerjuaraan Provinsi (Kejurprov) yang membawa nama baik untuk Kabupaten Merangin.
Pantauan di lapangan terhitung sejak tahun 2022 di setiap Event kejuaraan selalu terkendala dengan biaya. Tidak hanya itu, pada Popda Jambi Juli 2024 lalu, hampir seluruh Cabor tidak mendapatkan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Merangin. Apalagi disaat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi pada 10 Juli 2023 yang lalu, keberangkatan atlit dengan dana seadanya dari Pemerintah.
Namun anehnya, disebalik tak adanya anggaran kegiatan rutin untuk seluruh Cabor di Merangin, dengan modus mencari keuntungan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Merangin diduga memainkan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) untuk membantu setiap Cabor yang ikut ajang kompetisi baik kejuaraan Popda maupun Kejurprov Jambi.
Terbongkarnya dugaan SPPD fiktif yang dimainkan Kepala Disparpora Merangin Sukoso bersama Kabid Olahraga Sularmin, ternyata tidak hanya pada Event Popda pada tahun 2024 ini saja. Bahkan disetiap ajang Kejurprov dan Popda sejak tahun 2022 yang lalu hingga kini SPPD tersebut menjadi modus pihak Disparpora dalam mencari keuntungan.
Parahnya lagi, uang SPPD ini ternyata semata-mata tidak diterima secara utuh oleh para pengurus Cabor yang ikut kejuaraan, melainkan dana tersebut dibagi dua dengan pihak Disparpora, dengan jumlah uang yang diterima bervariasi dari Rp. 500 ribu, Rp. 1 juta hingga sampai 1,5 juta rupiah.
Hal ini dibenarkan salah satu pengurus Cabor Merangin dan menyebutkan bahwa setiap ada kejuaraan di tingkat Provinsi, pihaknya selalu terkendala tidak ada dana dari Pemerintah, melainkan diberi bantuan pihak Disparpora melalui SPPD kantor.
“Iya, setiap ada kejuaraan kita selalu minta petunjuk dengan Ketua KONI dan kita diarahkan konsultasi ke Disparpora Merangin. Karna tidak ada anggaran di DPA, kita dibantu pihak Disparpora melalui SPPD dengan cara uang dibagi dua dan kita terima Rp. 1 juta,” jelas salah satu pengurus Cabor yang tidak mau disebut namanya saat dikonfirmasi sejumlah awak media Kamis (21/8/2024)
Ketika ditanya terkait modus yang dilakukan pihak Disparpora dalam menjalankan permainan dugaan SPPD Fiktif?. Pengurus ini mengatakan, pada tahun 2023 lalu, pihak Cabor diminta surat undangan ke Panitia pelaksana, agar pihak Disparpora Merangin hadir dalam acara pembukaan.
“Kita (Cabor, red) disuruh minta surat undangan ke panitia Kejurprov, dengan tujuan agar pihak Disparpora hadir pada pembukaan. Jadi uang SPPD itu bisa cair dan dibagi dua, tetapi Kadis atau Kabid tidak hadir dalam acara tersebut,” terangnya.
Terpisah Ketua KONI Muktar Alif, saat dikonfirmasi denyutjambi.com, menyebutkan bahwa anggaran dana bantuan kegiatan setiap Event kegiatan sejak tahun 2022 hingga ajang Popda Jambi tahun 2024, itu pihak Disparpora Merangin yang lebih paham dan mempunyai kewenangan untuk mejawab.
“Iya, setau saya dari tahun 2022 memang tidak ada dana, dan kalau Event, misalnya Popda tahun 2024, itu domainnya Disparpora, silahkan tanya saja dengan pihak Disparpora Merangin. Tapi kalau pembinaan Cabor dan kegiatan event kejuaraan lainnya tahun 2024 ini selain Popda, itu ada di KONI Merangin, meskipun sampai saat ini masih dalam tahap proses pencairan,” terangnya.
Sementara itu, ditanya terkait dugaan SPPD fiktif di Disparpora demi membantu setiap para Cabor mengikuti event sejak tahun 2022 hingga 2024?.
“Soal itu kita tidak tau, silahkan tanya dengan pihak Disparpora (Kadis, red), itu tidak domainnya kita, yang jelas tahun ini kita fokus dengan pembinaan Cabor. Apalagi kita ada tiga Cabor yaitu Cabor Tinju, Pabersi dan Taekwondo ikut PON di Aceh,” tutupnya.
Terpisah Kepala Disparpora Merangin Sukoso, saat dikonfirmasi Via Telepone WhatsApp, terkait dugaan SPPD fiktif dengan modus untuk membantu setiap Cabor Merangin yang mengikuti Event kejuaraan.
Nomor yang dituju sedang tidak aktif, bahkan saat dikonfirmasi Via Pesan WhatsApp, Sukoso menyebutkan dirinya tengah mengikuti Diklat. “Maaf sedang peresentasi diklat,” tulisnya Sukoso dengan singkat.(**/Nto)














