Tanjab Barat, Denyutjambi.com – Proyek pengaspalan di RT 25 Kelurahan Tungkal Harapan menjadi sorotan warga. Baru satu bulan selesai dikerjakan, kondisi jalan sudah mengalami kerusakan.
Warga setempat mengeluhkan kualitas pekerjaan di Jalan Kelapa Manis dan Mayang Pinang yang dianggap asal-asalan. Jalan yang seharusnya menopang aktivitas harian warga, kini malah rusak, bahkan tidak mampu menahan beban kendaraan bermotor.
“Dari awal memang sudah terlihat kualitasnya buruk. Baru selesai dikerjakan saja jalannya sudah rusak. Motor diparkir pun jalannya tidak kuat. Apakah ini memang kualitas kerja kontraktor atau ada masalah lain?” ujar salah satu warga, Jumat (20/12).
Pantauan tim media di lokasi menunjukkan kondisi jalan yang rusak parah. Selain itu, tidak ada papan proyek yang mencantumkan informasi mengenai sumber anggaran, instansi pelaksana, atau kontraktor yang bertanggung jawab.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa proyek tersebut didanai dari APBD Perubahan Kabupaten Tanjab Barat tahun 2024 melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Buruknya hasil pekerjaan memunculkan tanda tanya besar terhadap peran pengawasan dari dinas terkait dan konsultan proyek. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada pihak yang dapat memberikan keterangan resmi, baik dari Dinas Perkim, konsultan pengawas, maupun kontraktor pelaksana.
Ketidakadaan plang proyek semakin memperkuat dugaan adanya ketidaktransparanan dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Warga berharap instansi terkait segera turun tangan untuk mengevaluasi proyek ini, memastikan dana yang telah dikeluarkan sesuai dengan hasil yang diharapkan.
“Miliaran rupiah untuk hasil seperti ini? Pemerintah harus bertindak tegas agar hal seperti ini tidak terulang,” tambah warga lainnya.
Kasus ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap proyek infrastruktur di Kabupaten Tanjab Barat, yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. (Den/*)














