KUALA TUNGKAL, Denyutjambi.com – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), terus memperkuat koordinasi lintas wilayah dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Lurah se-Kabupaten di Aula Bumdesma Kecamatan Betara, Jumat (17/04/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan program pembangunan daerah berjalan selaras hingga ke tingkat paling bawah.
Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat bersama Wakil Bupati Katamso, jajaran Asisten, staf ahli, pimpinan OPD, serta unsur Forkopimda dari Polres Tanjab Barat dan Kodim 0419/TJB.
Pelaksanaan rakor triwulanan kali ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya digelar di tingkat kecamatan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi “jemput bola” pemerintah daerah dalam mempercepat realisasi program kerja hingga menyentuh masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya sinkronisasi antara visi dan misi daerah dengan program pembangunan nasional. Ia menyebut berbagai program prioritas seperti ketahanan pangan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dipahami dan dijalankan secara selaras oleh seluruh jajaran pemerintahan.
“Kita ingin memastikan seluruh program berjalan satu arah, mulai dari pusat hingga daerah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Isu pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam rakor tersebut. Bupati mengungkapkan bahwa Tanjung Jabung Barat kini telah keluar dari status darurat sampah dan memasuki tahap pengawasan yang lebih terukur.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah akan menutup sistem pembuangan akhir terbuka (open dumping) yang ditargetkan mulai Agustus mendatang. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah dari sumber terus digencarkan, baik di lingkungan rumah tangga, perkantoran, hingga fasilitas umum.
Masyarakat juga didorong untuk mengelola sampah organik secara mandiri, salah satunya melalui metode pembuatan lubang kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi sektor pertanian.
Tak hanya itu, Pemkab Tanjab Barat juga memperkenalkan inovasi program 3K (Kandang, Kebun, dan Kolam) sebagai solusi terpadu dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur di masyarakat.
“Melalui program 3K, kita ingin mendorong kemandirian pangan berbasis potensi lokal di setiap wilayah,” tambah Bupati.
Menutup rakor, Bupati mengajak seluruh camat dan lurah untuk menjaga komitmen dan konsistensi dalam mengawal setiap program pembangunan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh sinergi dan keseriusan seluruh jajaran pemerintahan di lapangan.
Dengan rakor yang semakin dekat ke wilayah kecamatan, diharapkan koordinasi dan implementasi program semakin efektif, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat Tanjung Jabung Barat. (Den/*)














