JAMBI, denyutjambi.com – Gerakan Mahasiswa dan rakyat Jambi (GEMAS RAJA) yang tergabung dari beberapa elemen kepemudaan dan Universitas di Jambi. Dengan penuh kesadaran dan analisa yang mendasar, gerakan ini fokus terhadap persoalan demokrasi, kesetaraan HAM dan keadilan sosial. Dengan melihat kondisi hari ini terkait persoalan kebangsaan yang memburuk terutama di bidang hukum dan konstitusi menjadi kegelisahan bagi kami. Untuk itu kami bergerak melawan tirani itu. Tirani saat ini yang berwujud persengkongkolan dinasti dan lembaga Mahkamah Konstitusi akan kami lawan hingga akhir.

“Ini sudah menyangkut persoalan kebangsaan yang memburuk terutama dibidang hukum dan konstitusi. Permasalahan ini juga membuat kami yang tergabung di GEMAS RAJA mengharuskan kami untuk melawan tirani itu. Karena sudah ada persekongkolan dinasti dan lembaga Mahkamah Konstitusi,” sebut Rio Jodiansyah Presiden BEM Universitas Nurdin Hamzah (20/12/2023).

Selain itu kegiatan mimbar demokrasi yang kami gelar di pelataran kampus Universitas Nurdin Hamzah merupakan salah satu cara kami untuk melawan kuasa penguasa yang semena-mena, meski kami disuguhkan dengan kondisi kampus dan rektorat yang tidak mendukung gerakan demokrasi yang kami usung.

“Dan ini terbukti dengan dilakukannya pembredelan spanduk penolakan terhadap pelanggaran HAM dan politik Dinasti yang menjadi tujuan utama kami. Pembredelan spanduk yang kami suarakan oleh pihak UNH adalah buktinyata bahwa kampus tidak sejalan dengan semangat agenda reformasi yang diusung pada tahun 1998. Kami tidak akan takut, kami tidak akan surut, kami akan terus berjuang hingga rakyat menang dengan terbebasnya rakyat dari para pelanggar HAM, tegaknya politik dinasti dan anak haram konstitusi,” sebut Rio Jodiansyah lagi.
Dengan semakin banyaknya penolakan dan tidak diresponnya oleh pihak Kampus kami tetap berpegang teguh kepada prinsip kami. “Berjuang bersama untuk melawan persekongkolan Dinasti dan lembaga Mahkamah Konstitusi,” pungkas Rio Jodiansyah.(***/rf)














