MARAKNYA pungli di kawasan pelabuhan membuat resah masyarakat sekitar dan supir truk. Hal tersebut dikarenakan adanya ancaman serta paksaan untuk membeli barang-barang yang dijual oleh para oknum tertentu.
Pungli oleh oknum tertentu bukanlah hal yang tabu bagi para sopir dan masyarakat sekitar. Melainkan ini sudah menjadi topik pembicaraan dikalangan masyarakat.
Untuk memuluskan akal bulus mereka, oknum akan melakukan berbagai cara, yang terpenting target tercapai. Misal saja oknum menjadi pedagang keliling dengan menawarkan barang dagangan mereka (air mineral, deterjen dan yang lainnnya, red). Tidak hanya itu, oknum juga terkadang menyamar menjadi tukang parkir.
Bahkan dalam peninjauan yang kami lakukan, pungutan liar (Pungli) semakin marak dikawaan pelabuhan.
“Sudah tidak bertanggungjawab, merugikan pengusaha serta mengganggu aktifitas masyarakat dikawasan pelabuhan”.
Muncul nya oknum pungli tersebut, juga didasari kurangnya pengawasan oleh instansi terkait (Pelabuha) Sera Kurangnya pengawasan dari Aparat Penegakan Hukum (APH). (***)














