JAMBI, DENYUTJAMBI.COM – Festival Pusparagam Negeriku: Dari Jambi untuk Indonesia 2026 resmi ditutup di Taman Budaya Jambi, Selasa (4/8/2026), setelah berlangsung selama lima hari sejak 31 Juli hingga 4 Agustus 2026. Penutupan festival berlangsung semarak dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni, budaya, pameran seni rupa, serta bazar kuliner khas Jambi.
Festival tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi bersama UPTD Taman Budaya Jambi ini menjadi wadah bagi seniman, budayawan, pelaku ekonomi kreatif, dan UMKM untuk memperkenalkan karya seni, budaya, serta produk unggulan daerah kepada masyarakat.
Sebelumnya, festival dibuka secara resmi oleh Gubernur Jambi, Al Haris, bersama Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Selama penyelenggaraan, berbagai penampilan dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi mewarnai panggung festival sebagai bentuk pelestarian sekaligus promosi kekayaan budaya daerah.
Pada malam penutupan, pengunjung disuguhi berbagai pertunjukan, di antaranya tari “Rupa Alkadar” dari Kabupaten Merangin, karya tari dan musik “Makan Behidang” yang dibawakan Sanggar Pinang Merah mewakili Kabupaten Tanjung Jabung Barat, penampilan Forum Pembauran Kebangsaan, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jambi, Etnis Manado, hingga Bollywood Lovers Jambi.
Selain pertunjukan seni, festival juga menghadirkan pameran seni rupa yang menampilkan lukisan, patung, instalasi kontemporer, serta busana adat dari berbagai daerah di Provinsi Jambi. Bazar gastronomi dengan aneka kuliner khas Jambi turut menjadi daya tarik bagi ribuan pengunjung.
Penutupan festival dilakukan oleh Asisten II Setda Provinsi Jambi, Syamsurizal, S.E., M.Si., yang mewakili Gubernur Jambi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Festival Pusparagam Negeriku merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya.
“Kami mengajak generasi muda menjaga dan mencintai tradisi daerah sebagai bagian dari identitas Melayu Jambi. Melalui wadah berekspresi dan berkreasi ini, kita juga mendorong penguatan ekonomi kreatif melalui produk-produk lokal dan UMKM agar mampu berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris (Hesti Haris). Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak sekadar menjadikan budaya sebagai warisan masa lalu, tetapi terus melestarikannya sebagai identitas daerah.
“Budaya mengajarkan tata krama, nilai kehidupan, serta peradaban suatu bangsa. Jangan pernah malu dengan budaya sendiri. Justru kita harus terus menggali, mengenalkan, dan melestarikannya. Melalui festival ini kita melihat betapa kayanya budaya yang dimiliki Provinsi Jambi,” katanya.
Hesti Haris juga menyampaikan bahwa berdasarkan indikator yang ada, Provinsi Jambi menempati peringkat keempat sebagai provinsi paling bahagia di Indonesia, yang menurutnya tidak terlepas dari kehidupan masyarakat yang rukun, damai, serta kuat dalam menjaga persatuan melalui budaya dan tradisi.
Festival Pusparagam Negeriku tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan kolaborasi yang memperkuat ekosistem kebudayaan di Provinsi Jambi. Melalui kegiatan ini, Taman Budaya Jambi kembali menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh bagi para seniman dan budayawan dalam menjaga, mengembangkan, serta memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat luas.














