Suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat semakin semarak. Sebanyak 48 peserta mengikuti lomba balap becak hias yang digelar di depan Rumah Dinas Bupati Tanjung Jabung Barat, Kamis (13/08).
Bukan sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi salah satu cara menghidupkan kembali kenangan terhadap becak yang pernah menjadi bagian penting dari aktivitas transportasi masyarakat di Kuala Tungkal dan sekitarnya.
Lomba tersebut dibuka Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H. Sejumlah pejabat daerah dan masyarakat turut hadir menyaksikan jalannya perlombaan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Agus Sumantri, S.H.I., M.H., selaku Ketua Panitia, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan nuansa tradisi agar keberadaan becak tetap dikenang oleh masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya hiburan semata. Kegiatan ini mengingatkan kita kepada sejarah adanya becak yang menjadi kendaraan utama di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan bahwa becak masih memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan sosial masyarakat. Kreativitas peserta dalam menghias kendaraan tradisional tersebut juga membuat suasana perlombaan semakin menarik.
Bupati Anwar Sadat mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberadaan pengemudi becak serta menjaga agar becak tidak hilang begitu saja seiring perkembangan zaman.
Bagi pemerintah daerah, becak bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memiliki nilai sosial dan budaya.
“Teruslah eksis dan lestarikan becak di Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini. Dan saat melaksanakan lomba, jagalah kekompakan, keamanan, dan keselamatan,” pesan Bupati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, unsur Forkopimda, para Pejabat Tinggi Pratama, Camat Tungkal Ilir, Ketua GOW, Ketua DWP, para peserta serta masyarakat yang memadati lokasi perlombaan.
Di tengah perkembangan transportasi modern, lomba balap becak hias menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak harus membuat masyarakat melupakan jejak sejarahnya.
Becak yang dahulu menjadi salah satu pilihan utama masyarakat kini tampil dalam suasana berbeda. Dihias dengan berbagai kreasi dan dipacu dalam perlombaan, kendaraan tersebut kembali menjadi pusat perhatian sekaligus menghadirkan hiburan bagi warga.
Selain memeriahkan HUT RI dan Hari Jadi Tanjab Barat, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, pengemudi becak dan masyarakat. Seluruh peserta mendapatkan kesempatan memperoleh hadiah dan uang pembinaan sesuai ketentuan panitia.
Melalui kegiatan tersebut, keberadaan becak diharapkan tidak hanya berhenti sebagai nostalgia, tetapi tetap menjadi bagian dari identitas dan warisan sosial masyarakat Tanjung Jabung Barat yang layak dijaga.














