KUALATUNGKAL, Denyutjambi.com – Berhembus kabar dokter spesialis yang di gaungkan oleh Dirut RSUD Daud Arif Kualatungkal sebagai pengganti dua dokter spesialis yang dimutasi diduga sampai saat ini masih di cari-cari.
Bedasarkan informasi yang dihimpun media ini, diduga Dirut RSUD Daud Kualatungkal lagi berada Palembang untuk mencari dokter SpPD KT Hemodialisa (HD) untuk ditempatkan di RSUD Daud Arif Kualatungkal.
Bahkan informasinya juga diduga Dirut RSUD Daud Arif Kualatungkal sempat mencari dokter pengganti dr. Septiyanti SpPD, FINASIM Ke Tembilahan.
Menurut informasi, meskipun ada dokter SpPD KT Hemodialisa (HD) yang di cari namun tidak akan mendapatkan ACC atau izin dari Ketua PAPDI Jambi dan Ketua Pernefri korwil Sumbagsel.
Menanggapi hal tersebut,berapa pihak yang memiliki pengalaman dalam kedokteran mengatakan, untuk menerbitkan kontrak yang baru degan dokter spesialis penyakit dalam bukan hal muda seperti membalikan telapak tangan harus membutuhkan waktu tidak singkat. Tentunya bisa berimbas terhadap pasien cuci darah karena harus mencari tempat cuci darah di Jambi.
“Iya kalau pasiennya mampu, kalau tidak mampu dari mana ongkosnya?. Memang sementara saat ini pihak RSUD Daud Arif Kualatungkal memfasilitasi dengan mengantar pasien ke Jambi dengan harapan keluarga pasien cuci darah tidak marah, yang menjadi pertanyaan sampai kapan pihak RSUD Daud Arif Kualatungkal akan memfasilitasi pengantaran pasien ini,” sebutnya.
Infomasi lainnya yang berhasil dipetik media ini diduga ada petugas kesehatan yang ikut mengantar pasien mengatakan mungkin pengantaran pasien ini hanya 1 Minggu ini saja, sambil kami mengajari supaya pasien bisa mandiri,” Katanya.
Jika itu terjadi, maka Akhirnya kesimpulan tetap masyarakatlah yang menjadi korban.
Sementara itu, terkait informasi ini Dirut RSUD Daud Arif Kualatungkal belum berhasil untuk di konfirmasi.(*)














