Denyutjambi.com, JAKARTA – Anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan Jambi Elviana, kembali mengkritisi kebijakan pemerintah yang membebankan program pusat ke Dana Desa. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini semakin memperburuk kondisi keuangan desa dan menghambat pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kacau! Makin kacau ini Indonesia. Saya akan teriak lagi di Senayan. Awalnya, saya kira negara akan membiayai program ini dengan sumber dana lain. Ternyata, malah diambil dari Dana Desa yang hanya sebesar Rp1 miliar per tahun,” tegas Elviana.
Salah satu program yang dikritisi Elviana adalah skema pendanaan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Menurutnya, program ini seharusnya tidak membebani Dana Desa yang sudah terbatas dan harus segera dihentikan.
“Hentikan program Koperasi Desa Merah Putih yang menggunakan Dana Desa! Ini membebani desa yang seharusnya menggunakan anggarannya untuk pembangunan langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
“Dana Desa yang hanya Rp1 miliar per tahun akan dipakai untuk membangun Kopdes senilai Rp3-4 miliar selama lima tahun. Kopdes ini dibangun oleh Bank Himbara, lalu tiap tahun Dana Desa akan dipotong untuk mengangsur ke bank tersebut. Ini tidak masuk akal! Dana Desa seharusnya digunakan untuk pembangunan desa sesuai kebutuhan masyarakat, seperti pengerasan jalan, pembangunan PAUD, turap, serta janji kampanye kepala desa,” jelasnya.
Elviana juga menyoroti kebijakan sebelumnya yang mewajibkan 20% Dana Desa dialokasikan untuk ketahanan pangan, meskipun APBN 2025 telah menganggarkan Rp465,16 miliar untuk program serupa.
“Dalam Raker Komite IV DPD RI, kami sudah menyampaikan penolakan ini kepada Menteri Keuangan. Beliau berjanji akan meneruskan ke Presiden. Namun, yang terjadi justru penggantian program yang lebih membebani Dana Desa,” tambahnya.
Menurut hitungan Elviana, dalam lima tahun Dana Desa sebesar Rp5 miliar akan dipotong hingga Rp3-4 miliar untuk Kopdes, sehingga desa hanya memiliki sisa sekitar Rp200 juta per tahun.
“Bayangkan, dengan sisa Rp200 juta per tahun, bagaimana desa bisa membangun dan memenuhi kebutuhan warganya? Pemerintah harus berhenti membebankan program pusat ke Dana Desa! STOP eksploitasi Dana Desa,” tegasnya dengan penuh semangat.
Elviana mendesak pemerintah untuk segera meninjau ulang kebijakan ini, menghentikan program Kopdes yang menggunakan Dana Desa, dan memastikan anggaran desa digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pembangunan yang lebih berdaya guna dan berkelanjutan. “Hentikan program koperasi desa Merah Putih dengan menggunakan Dana Desa,” tandasnya Elviana.(*)
Sumber: mediasindent.com














