Ikon Wisata Religi Tanjab Barat Butuh Perhatian Serius Pemerintah
KUALA TUNGKAL, Denyutjambi.com — Replika Ka’bah yang terletak di kompleks Masjid Syekh Usman, Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kini memprihatinkan dan terancam kerusakan parah. Replika ini sejatinya menjadi salah satu ikon wisata religi paling populer di daerah tersebut, banyak dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun wisatawan sebagai spot foto dan tempat beribadah.
Namun, hasil pantauan terbaru media menunjukkan kondisi replika Ka’bah mengalami retak-retak pada beberapa bagian, sementara cat dan struktur bangunan mulai pudar. Jika tidak segera mendapat penanganan, dikhawatirkan kerusakan akan semakin meluas dan sulit diperbaiki.
Tak hanya replika Ka’bah, kondisi Masjid Syekh Usman yang berada di satu kompleks juga menyedihkan. Keramik lantai banyak yang pecah, teras masjid dipenuhi lumut dan tergenang air saat musim hujan, serta menara masjid yang seharusnya menjadi kebanggaan, kini dihiasi rumput liar akibat minimnya perawatan. Bahkan beberapa bagian monumen samping masjid juga terlihat rusak cukup parah.
“Sangat disayangkan ikon wisata religi ini justru terabaikan. Padahal, replika Ka’bah dan Masjid Syekh Usman berpotensi besar untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat nilai budaya dan religi daerah,” ungkap salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya.
Informasi yang didapat media ini menyebutkan bahwa anggaran perbaikan pernah dialokasikan melalui APBD Perubahan tahun 2022 untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanjab Barat. Namun hingga kini, realisasi perbaikan tersebut belum terlihat secara signifikan di lapangan.
Ketidakjelasan perhatian pemerintah daerah terhadap aset wisata religi ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat: mengapa Pemkab Tanjab Barat lebih memilih memprioritaskan pembangunan lain yang dinilai kurang strategis, sementara ikon penting daerah justru terbengkalai?
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki dan merawat replika Ka’bah serta Masjid Syekh Usman. Jika dibiarkan, kerusakan bisa mengikis nilai estetika dan fungsi wisata religi yang sudah lama menjadi kebanggaan warga.
“Kita ingin ikon ini tetap terjaga, menjadi kebanggaan masyarakat dan daya tarik wisata yang bisa membantu ekonomi lokal,” pungkas pengunjung tersebut.
Pemkab Tanjab Barat diminta agar tidak hanya mengandalkan anggaran semata, tapi juga membangun sinergi dengan masyarakat dan pihak terkait guna menjaga keberlanjutan perawatan ikon bersejarah ini. (*)














