Tanjab Barat, Denyutjambi.com – Proyek rabat beton yang didanai oleh dana kelurahan Bram Itam Kiri, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), kembali menuai sorotan. Baru sebulan selesai dikerjakan, proyek senilai ratusan juta tersebut sudah mengalami kerusakan berupa retakan di sejumlah titik.
Proyek ini diduga kuat melibatkan seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Tanjab Barat berinisial (L). Alih-alih menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya, oknum ini justru diduga turut terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut. Hal ini semakin menimbulkan kecurigaan masyarakat tentang kualitas pengerjaan yang dianggap asal-asalan.
Warga setempat menyayangkan kondisi proyek yang baru selesai tetapi sudah rusak. “Ini aneh, kok bisa pihak kelurahan tidak tahu kalau yang mengerjakan proyek ini adalah oknum anggota dewan berinisial (L). Padahal lurah adalah pengguna anggaran,” ujar seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Keretakan pada badan jalan terlihat jelas, bahkan beberapa bagian jalan sudah mengelupas. Meski dalam tahap pemeliharaan, kualitas pengerjaan yang buruk menjadi sorotan tajam warga dan pemerhati pembangunan setempat.
Lurah Bram Itam Kiri, Ibrahim, saat dikonfirmasi mengaku telah meminta pihak pelaksana untuk segera memperbaiki kerusakan. “Masih tahap pemeliharaan, kami sudah minta diperbaiki. Tapi, mungkin belum dilakukan,” kilahnya saat dihubungi melalui WhatsApp.
Ketika ditanya soal lemahnya pengawasan, Ibrahim berdalih bahwa dirinya sudah melakukan pengawasan saat pekerjaan berlangsung. Namun, ia mengarahkan media untuk menanyakan lebih lanjut kepada pelaksana proyek.
Sementara itu, pihak pelaksana yang dihubungi menyatakan bahwa mereka awalnya diminta menangani proyek tersebut, namun kemudian ada pihak lain yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. “Kami tidak tahu soal hasil pekerjaan itu karena bukan kami yang mengerjakannya,” ujar salah satu pelaksana.
Hingga berita ini diturunkan, oknum anggota DPRD berinisial (L) belum memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatannya dalam proyek ini. Kondisi ini memunculkan banyak tanda tanya, termasuk soal transparansi penggunaan dana kelurahan.
Warga berharap agar pihak berwenang, termasuk inspektorat dan aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk mengusut dugaan penyimpangan ini. Pasalnya, jika dibiarkan, praktik semacam ini akan terus merugikan masyarakat dan mencederai amanah dana pembangunan. (Den/*)














