Tanjab Barat, Denyutjambi.com – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Sopian Kordri atau yang akrab disapa “Icot,” menunjukkan sikap emosional saat dikonfirmasi oleh awak media terkait dugaan temuan dalam pelaksanaan proyek dan pengadaan barang dan jasa di instansi tersebut.
Saat dihubungi via telepon, Icot menanggapi pertanyaan dengan nada tinggi dan bahkan menantang media untuk memberitakan hal tersebut. “Silakan naikkan beritanya, asik saya terus yang diincar,” ujarnya dengan nada keras.
Ketika ditanyakan lebih lanjut terkait identitas kontraktor pelaksana serta CV yang mengerjakan proyek di lingkungan Damkar, PPK tersebut enggan memberikan informasi. Sikap bungkam ini menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi penggunaan anggaran yang berasal dari APBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2024.
Sikap arogan PPK Damkar tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. Warga menilai, sebagai pejabat publik yang menggunakan uang negara, semestinya PPK bersikap terbuka dan bertanggung jawab atas pertanyaan terkait penggunaan anggaran.
“Seharusnya PPK menjelaskan dengan baik. Wajar saja media bertanya, karena dia yang bertanggung jawab. Kalau memang tidak ada yang perlu disembunyikan, kenapa harus marah-marah?” ujar seorang warga.
Publik juga menyoroti perlunya transparansi dalam pengelolaan anggaran negara. “Ini bukan uang pribadi, tapi uang rakyat. Harus transparan dan akuntabel. Jangan arogan seperti itu,” tambahnya.
Beberapa pihak meminta Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat, khususnya Bupati, untuk mengevaluasi kinerja pejabat seperti ini. Sikap tidak profesional dinilai mencoreng citra aparatur sipil negara (ASN) dan berpotensi merugikan program pemerintah.
“Kalau tidak mau dikonfirmasi oleh media, jangan ambil jabatan strategis. ASN seperti ini hanya akan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah,” kata seorang tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, PPK yang dikenal dengan nama Icot tersebut masih memilih bungkam, sehingga semakin menimbulkan kesan tertutup dalam pengelolaan proyek di Kantor Damkar Kabupaten Tanjab Barat. (Tim)














